Minggu, 29 Juli 2012

negara terkaya di dunia


Banyak sebenarnya yang tidak tahu dimanakah negara terkaya di planet bumi ini, ada yang mengatakan Amerika, ada juga yang mengatakan negera-negara di timur tengah. Tidak salah sebenarnya, contohnya amerika. Negara super power itu memiliki tingkat kemajuan teknologi yang hanya bisa disaingi segelintir negara, contoh lain lagi adalah negara-negara di timur tengah.

Rata-rata negara yang tertutup gurun pasir dan cuaca yang menyengat itu mengandung jutaan barrel minyak yang siap untuk diolah. tapi itu semua belum cukup untuk menyamai negara yang satu ini. bahkan Amerika, Negara-negara timur tengah serta Uni Eropa-pun tak mampu menyamainya.dan inilah negara terkaya di planet bumi yang luput dari perhatian warga bumi lainya. warga negara ini pastilah bangga jika mereka tahu. tapi sayangnya mereka tidak sadar "berdiri di atas berlian" langsung saja kita lihat profil negaranya.

Wooww... Apa yang terjadi? apakah penulis (saya) salah? tapi dengan tegas saya nyatakan bahwa negara itulah sebagai negara terkaya di dunia. tapi bukankah negara itu sedang dalam kondisi terpuruk? hutang dimana-mana, kemiskinan, korupsi yang meraja lela, kondisi moral bangsa yang kian menurun serta masalah-masalah lain yang sedang menyelimuti negara itu.baiklah mari kita urai semuanya

surat ayah untuk anakku sayang


Anakku sayang :

Sepucuk surat ayah tuliskan atas nama rindu yang besarnya hanya Allah yang tahu.
Anakku, menjadi seorang ayah itu indah dan mulia
Besar kecemasanku menanti kelahiranmu dulu belum hilang hingga saat ini.
Kecemasan yang indah karena ia didasari sebuah cinta.
Sebuah cinta yang telah terasakan, bahkan ketika yang dicintainya belum sekalipun ditemui.

Anakku, menjadi ayah itu mulia.
Bacalah sejarah ayah-ayah dan rasul, temukanlah betapa dialog yang terbaik itu beberapa tercatat dari dialog seorang ayah dengan anak-anaknya.

Meskipun demikian, ketahuilah nak…
Menjadi ayah itu berat dan sulit. Tapi kuakui betapa sepanjang kehadiranmu disisiku, aku seperti menemui keberadaanku, makna keberadaanmu dan makna tugas kebapakanku terhadapmu (meski tak semua tugas dapat kufahami dan kujalani).
Sepanjang masa keberadaanmu adalah masa terindah dan paling aku banggakan didepan siapapun, bahkan dihadapan Allah SWT, ketika aku duduk berduaan berhadapan dengan-Nya hingga usiaku saat ini.

Nak, saat pertama kali engkau hadir, kupandangi engkau penuh cinta, meski tak berani

sebuah catatan kecil untukku


adalah sebuah pembelajaran penting dalam hidup bahwa kebahagiaan tak kan dapat diraih dengan indahnya paras, dinilai dengan materi atau sempurnanya semua keinginan.... namun kebahagiaan dapat dicipta bila diimbangi dengan ikhlasnya penerimaan

adalah sebuah pembelajaran penting bahwa yang berlalu atas keinginannya biarlah ia menghilang karena itulah maunya, esok lusa ataupun suatu saat nanti pastilah ia kan merasakan konsekuensi atas sebuah keputusan.

adalah suatu hal yang pasti bahwa Tuhan tak pernah menyia-nyiakan hambaNya, yakinkan hati bahwa sesuatu yang hilang kan terganti dengan yang lebih baik.

maafkan aku ibu, saudara-saudaraku... dulu hati ini terlalu angkuh untuk menerima segala saran,
pada saatnya nanti bila harus menggantikan semua yang telah berlalu maka indahnya kesederhanaan dan ikhlasnya penerimaan haruslah menjadi pilar utama setiap laku & langkah, semoga....

akhir bulan kabisat


penghujung bulan kabisat 2012, kutuk ku jatuhkan, bukan mauku mungkin pula bukan maumu, sekedar causalitas yang kau perbuat.
sedari awal niatan tulus ikhlas temani langkah & laku sekedar menjaga yang tersisa dari yang terserak, namun tak selamanya kebaikan berbalas baik, disadari atau tidak fakta telah bicara, dihargai & menghargai adalah hal manusiawi pada setiap (yang merasa) manusia, JANGAN PERNAH SEKALIPUN KAU SEBUTKAN NILAI UNTUK YANG SATU INI!!!
namun...... hari tadi kau telah meminta nilai??

camkan baik-baik!!! hari tadi menjadi penghujung pandangan dan penyampaianmu pada yang tersisa dari yang terserak, apakah pernah terfikir olehmu akibat baginya karena takdir yang kau pinta dulu??!! ingat!, ucap & laku adalah cerminan hati, hati yang hidup pasti mampu menimbang, menerima dan memberi kebaikan, Hati yang mati tak ada beda dengan jasad tak bernyawa, membaur dengan pemilik hati ini adalah penyakit, bergaul dengannya adalah racun dan menemaninya adalah kehancuran.
Allahku,catatkan pada lauhku bahwa hari ini telah kuhapus sebuah nama dan kututup rapat pintu ini, bukan memutus silaturahmi bahkan hubungan darah, sekedar mencegah efek tak berguna yang mungkin timbul.
catatkan pula bahwa sakitnya hati ini tak kan terurai meski langit Engkau runtuhkan sehingga dia menyadari, meminta maafku dan ampunMu lalu kembali ke jalanMu, maka pintu maafku slalu terbuka,
sertakan pula bahwa aku meyakini sepenuh hati Engkaulah Allah Ilah yang maha adil dan sebaik-baik pemberi balasan.

atas nama hidup


atas nama hidup, 
seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu...
seperti isyarat yang tak sempat dikirimkan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada... aku mencintaimu.

entah sampai kapan lidah ini kubuat kelu, biar takdir saja tentukan waktu... karena ku yakin kau tau
kini aku sekedar berusaha membantu karena bahagiamu adalah segalanya, tak lebih...
meski ku dustai hati ini, biarlah.... bahagiamu saja lebih dari cukup.

Tuhan.... kini aku meminta, kalau boleh sedikit memaksa,
cukupkan ujian yang Engkau beri satu dasawarsa belakangan
gantikan dengan bahagia dan sukacita yang tak membuatnya lupa padaMu

saat kau tahu

kala ia datang, siapa sanggup menghadang
kala menggoda, siapa mampu bertahan
kala memaksa, siapa hendak melawan….

Rasa itu bukanlah air, mengaliri setiap tetes darah
Bukanlah api, menjalari segenap nadi hanguskan semua
Bukan pula oxygen, penuhi rongga hampa dalam dada
Hingga menyesakkan…

Melainkan benih segala hidup dari pohon rindu di belantara kalbu
Mengantarmu menuju hal terindah….
Entah sakit tiada tara..

Hingga kau temui sebuah teritori tak berbatas ruang & waktu
Kau tersentak, seakan terbangun dari tidur panjang
Kau bimbang tentukan arah, kanan & kiri tak ada beda
Hanya kembali atau terus melaju, puaskan rindu….

Tertegun sejenak, terkagum…….
Tak ada waktu berfikir
Hanya ada hitam putih dalam lingkar maha sempurna…
Puaskan dahaga rindumu, biarkan ia bakar semangatmu
Jadikan segalanya berarti, bahkan indah…

Hanya saat kau tahu, bahwa kau memang tahu.

Kun Fayakun


terlalu banyak kata tuk diucap, terlalu besar tanda tanya tuk disingkap,
pada saatnya nanti biarlah sang waktu saja yang bercerita,
KUN FAYAKUN..... jatuhlah takdir karena diminta

biar... biarlah, kan ku ikuti maunya,benar & salah tak kan pernah sama
jadi tak perlu kau tanyakan lagi, bukankah ini yang kau mau kawan???
pada saatnya nanti tak perlu lagi bersembunyi dibalik bayangan silam, semua sudah jelas!

Semoga jalan terbuka, semoga jiwa ini bisa terobati dengan do’a &
semoga mau-ku ada dalam mau-Nya

Secercah Cahaya

Tuhan.... 
waktuku hanya sebentar, aku sadar
namun hati slalu ingkar
tak pernah puas, mungkar...

malam kulalui hampa zikirmu
hari kujalani ramai murkamu
mngharap embun di padang gersang
dulu..!!!

tujuh purnama itu ku bingkai, malam ini
lelah tak peduli kucari senyumMu di ujung senja
hingga merangkaki butiran pagi, kini...!!

kudamba malaikat tiba brsama secercah cahaya
damaikan hati kian membeku
di simpang jalan, masih.....

Kalbuku Berbisik

aku datang saat mentari pulang
ku cari bintang di gumpal awan
yg kutemukan...seTan

berjalan aku diawang2
harapku bintang sinari hati
tak satupun malaikat datang

siapakah aku, "manusiakah"???
ramaikan hariku nista, cemari jiwa... sesal

lelah jiwaku hadapi nafsu 
namun sang malaikat tetap setia
masih dalam sebuah pencarian
belum saatnya... bisik kalbuku

Bimbang (Boombang)

Pangeran malam turun ke bumi 
Saat ku masih jaga
Hadirkan bayangmu dalam angan
Hanya bayangan

Harap tinggallah angan
Rindu mengakar kian membelukar
Penuhi rongga belantara hati
Percuma!!!

Hadirmu adalah hidupku
Cintamu hadirkan kematian
Kudamba kau tanpa cinta
Mustahil !!!

Kau curi hatiku
Kau rebut cintaku
Namun kau genggam hati dan cintamu,
Dasar maling !!!

Sebentar lagi sang pangeran kan berlalu
Terbang ke awan disinari mentari muda
Yang janjikan harap dan mimpi

Ini adalah harimu
Meski tiada kata terucap
Cukuplah puisi ini kucipta
Gapailah angan dan cita
Do’aku untukmu bahagia

Hari berlalu dengan pasti…
Menanti Purnama di ujung senja.. sendiri…

Perempuan di "Simpang Jalan"

Perempuan datang tanpa kata
Hadirkan sejuta tanya
Getarkan jiwa, kacaukan sukma

Perempuan di persimpangan
Merangkak, berjalan, berlari hingga jatuh, terkapar
Dambakan “cita, cinta”

Perempuan di persimpangan 
Hiasi malam padamkan bintang
Terbuai, terkoyak, teriak, menangis dan “mati”

Masih di simpang jalan
Perempuan kokohkan zaman
Teguhkan iman tundukkan pandang
Engkaulah perempuan

Perempuan di persimpangan 
hilang tinggalkan cerita
sunyi sepi sendiri
tak kan pernah terlupa....

masih di simpang jalan…..
perempuan……

Semoga Terbuka & Tetap di Jalan-Nya


Perjalanan ini baru saja di permulaan.
Masih jauh dan di awang-awang.
Keadaan yang serba kekurangan di suatu ketika menambah kesulitan
hingga menyudutkan pada satu keadaan

apa hendak dikata, semua terjadi begitu cepat
tak ada kesempatan tuk berbalik bahkan berfikir sejenak
inikah kehendak Tuhan?

seandainya rasa sakit dan pedihnya hati dapat dikeluarkan
lalu ditaburkan pada taman bunga yang sedang mekar,
tentu semuanya kan hangus menjadi abu.

semoga saja pelangi kan terbit setelah mendung dan badai berlalu
Insya-Allah, semoga jalan terbuka
& semoga tetap berada di jalan-Nya

JAM ORANG SUNDA


Tulisan ini saya buat untuk mengingatkan kembali kebiasaan orang Sunda dalam membaca dan mengetahui waktu. Masyarakat Sunda ternyata sudah bisa membaca waktu sejak jaman dahulu kala. Namun yang jadi pertanyaan seperti apakah jam yang digunakan Orang Sunda?, Apakah dengan angka seperti yang ada saat ini?
Ternyata Jam Sunda ini memiliki keunikan tersendiri, berbeda dengan jam yang ada saat ini, keunikan tersebut terletak dari petunjuk waktu yang digunakan bukan angka melainkan kata-kata.
Kata-kata yang digunakan menggambarkan suasana sekitar pada jam tersebut . Seperti misalnya jam 12.00 berarti disebut Tangange atau Tangari, lalu jam 04.00 berarti jam “kongkorongok hayam” yang berarti pada jam ini ayam berkokok di pagi hari.
Berikut nama-nama waktu jam Sunda: