Minggu, 29 Juli 2012

atas nama hidup


atas nama hidup, 
seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu...
seperti isyarat yang tak sempat dikirimkan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada... aku mencintaimu.

entah sampai kapan lidah ini kubuat kelu, biar takdir saja tentukan waktu... karena ku yakin kau tau
kini aku sekedar berusaha membantu karena bahagiamu adalah segalanya, tak lebih...
meski ku dustai hati ini, biarlah.... bahagiamu saja lebih dari cukup.

Tuhan.... kini aku meminta, kalau boleh sedikit memaksa,
cukupkan ujian yang Engkau beri satu dasawarsa belakangan
gantikan dengan bahagia dan sukacita yang tak membuatnya lupa padaMu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar